Prinsip Pemupukan

Apakah anda pernah mendengar bahwa pada tahun yang lalu si A memupuk tanaman dengan dosis sekian gram/pohon, atau memupuk tanaman sebanyak xx zak. dan tahun ini ini dosis ditingkatkan sedikit dengan jumlah zak yang meningkat. akan tetapi produksi tanaman dari si A masih sama dengan tahun lalu, atau bahkan produksinya justru menurun. bahkan semakin tahun semakin menurun meskipun dengan dosis yang ditingkatkan.

ini adalah salah satu yang sering kita temukan ketika kita berdiskusi tentang
pemupukan. untuk menjawab studi kasus diatas, kita akan mulai dengan membahas apa itu pupuk terlebih dahulu. Pupuk adalah material baik organik maupun anorganik yang diaplikasikan kedalam tanah atau tanaman dengan tujuan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta memenuhi kebutuhan nutrisi bagi tanaman. 

Pertanyaan sederhananya adalah, untuk apa kita melakukan pemupukan? pada dasarnya pemupukan dilakukan untuk menambah unsur hara yang terdapat dalam tanah dan mengganti unsur hara yang hilang dalam tanah yang disebabkan oleh erosi tanah maupun air dan pencucian unsur hara, sublimasi pupuk yang tidak dibenam dan beberapa aktivitas lainnya.

Untuk bisa menambah dan menggantikan unsur hara tersebut ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam melakukan pemupukan. berikut adalah prinsip dalam pemupukan;
  1. Jenis Pupuk yang digunakan
  2. Dosis yang diberikan
  3. Waktu pemupukan yang tepat
  4. cara memupuk yang efektif
itulah prinsip yang harus diperhatikan dalam melakukan pemupukan. dan yang paling penting adalah pemupukan yang dilakukan memperhatikan jumlah unsur hara yang keluar dari tanah dan jumlah unsur hara yang diberikan kedalam tanah untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

sumber gambar; https://extension.illinois.edu/gpe/images_rev/fetilizer.gif 

Komentar